Sabtu, 03 Januari 2015

Nilai, Sikap, dan Keanekaragaman Angkatan Kerja

Pengertian Nilai

Nilai adalah alat yang menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan. Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan.

Pengertian Sikap

Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.
Sikap ini merupakan hasil lanjutan dari penilaian yang mana apabila seseorang sudah menilai akan sesuatu, maka ia akan merespon nilai tersebut menjadi suatu perbuatan atau ekspresi yang menjadi respon tanggapan dari suatu hal yang dapat dilihat bahwa ia mengambil keputusan apa dalam nilai yang ia terima.

Pengertian Keanekaragaman Angkatan Kerja

Keanekaragaman tenaga kerja (workforce diversity) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan tenaga kerja secara demografis terutama yang berkaitan dengan umur, jenis kelamin, ras, asal negara, dan karakteristik fisik. Semakin meningkatnya keanekaragaman tenaga kerja membuat semua organisasi harus menyadari arti penting praktik pemberian kerja yang adil.
Keanekaragaman angkatan kerja ini adalah beragamnya antar karyawan dalam sebuah organisasi. Tiap tiap karyawan memiliki karakter masing masing yang berbeda beda yang memang merupakan ciri khas yang tidak dapat dirubah. Adapun perbedaan secara fisik baik itu usia, jenis kelamin, yang membuat manager harus mampu menilai sebatas apa perbedaan itu dapat bekerja secara maksimal dengan kuantitas pekerjaan yang diberikan. Agar kualitas dapat dicapai dengan baik, maka seorang manager harus mampu melihat antar perbedaan ini dengan jeli agar setiap karyawan dapat dengan nyaman menerima tugasnya dan menjalankannya dengan maksimal.


Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

a. Kedudukan (posisi)

Umumnya manusia beranggapan bahwa seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang lebih tinggi akan merasa lebih puas daripada karyawan yang bekerja pada pekerjaan yang lebih rendah. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidak selalu benar, tetapi justru perubahan dalam tingkat pekerjaanlah yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Jadi, posisi dalam sebuah organisasi tidak menjamin orang tersebut nyaman dengan pekerjaannya. Apabila ia memiliki posisi yang tinggi dalam sebuah organisasi, namun  tugas yang ia terima terlalu banyak melebihi kemampuan maksimal yang bisa ia terima, maka karyawan tersebut akan mengalami kelelahan, kejenuhan, yang mengakibatkan ia stres dan mengalami kemundukan kualitas kerja.

b. Pangkat (golongan)
Pada pekerjaan yang mendasarkan perbedaan tingkat (golongan), sehingga pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada orang yang melakukannya. Apabila ada kenaikan upah, maka sedikit banyaknya akan dianggap sebagai kenaikan pangkat, dan kebanggaan terhadap kedudukan yang baru itu akan merubah perilaku dan perasaannya.

c. Umur

Dinyatakan bahwa ada hubungan antara kepuasan kerja dengan umur karyawan. Umur di antara 25 tahun sampai 34 tahun dan umur 40 sampai 45 tahun adalah merupakan umur-umur yang bisa menimbulkan perasaan kurang puas terhadap pekerjaan.

d. Jaminan finansial dan jaminan sosial

Masalah finansial dan jaminan sosial kebanyakan berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

e. Mutu pengawasan

Hubungan antara karyawan dengan pihak pimpinan sangat penting artinya dalam menaikkan produktifitas kerja. Kepuasan karyawan dapat ditingkatkan melalui perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga karyawan akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dari organisasi kerja (sense of belonging).

Hubungan Stres Dengan Kerja

Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi,
proses berpikir dan kondisi seseorang di tempat kerja. Pada kenyataannya stres
kerja memang dapat membantu (fungsional) dan dapat berperan salah
(disfungsional) atau merusak prestasi kerja. Stres kerja yang terlalu besar dapat
mengancam kemampuan seseorang untuk mengahadapi lingkungannya. Sebagai
hasilnya pada diri karyawan berkembang berbagai gejala stres yang dapat
mengganggu pelaksanaan kerja sehingga akan mempengaruhi prestasi kerja.

Hubungan stres dengan kerja ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan seseorang. Kejiwaan yang sehat dan fresh membuat peekrjaan seseorang menjadi baik, sebaliknya, jika kejiwaan seseorang buruk, maka hasil peekrjaan yang ia kerjakan akan menjadi buruk karena tidak didorong oleh niat yang baik. Oleh karena itu seorang manager harus mampu memberikan tugas yang adil dan mengetahui batasan akan tugas yang diberikan agar karyawan tidak mengalami stres dan hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal. Dan dari sisi karyawannya sendiri, ia harus mampu mengontrol kondisi kejiwaannya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia bisa melakukannya dengan refreshing diri, olahraga, pengaturan waktu dan pekerjaan yang baik, dsb.

*Note kalimat yang dicetak miring adalah pendapat pribadi saya*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar