Pengertian Nilai
Nilai adalah
alat yang menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir
tertentu lebih disukai secara sosial dibandingkan cara pelaksanaan atau
keadaan akhir yang berlawanan. Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang
individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan.
Pengertian Sikap
Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau
peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.
Sikap
ini merupakan hasil lanjutan dari penilaian yang mana apabila seseorang sudah
menilai akan sesuatu, maka ia akan merespon nilai tersebut menjadi suatu
perbuatan atau ekspresi yang menjadi respon tanggapan dari suatu hal yang dapat
dilihat bahwa ia mengambil keputusan apa dalam nilai yang ia terima.
Pengertian Keanekaragaman Angkatan Kerja
Keanekaragaman tenaga
kerja (workforce diversity)
merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan tenaga
kerja secara demografis terutama yang berkaitan dengan umur, jenis kelamin,
ras, asal negara, dan karakteristik fisik. Semakin meningkatnya keanekaragaman
tenaga kerja membuat semua organisasi harus menyadari arti penting praktik
pemberian kerja yang adil.
Keanekaragaman
angkatan kerja ini adalah beragamnya antar karyawan dalam sebuah organisasi. Tiap
tiap karyawan memiliki karakter masing masing yang berbeda beda yang memang
merupakan ciri khas yang tidak dapat dirubah. Adapun perbedaan secara fisik
baik itu usia, jenis kelamin, yang membuat manager harus mampu menilai sebatas
apa perbedaan itu dapat bekerja secara maksimal dengan kuantitas pekerjaan yang
diberikan. Agar kualitas dapat dicapai dengan baik, maka seorang manager harus
mampu melihat antar perbedaan ini dengan jeli agar setiap karyawan dapat dengan
nyaman menerima tugasnya dan menjalankannya dengan maksimal.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
a. Kedudukan (posisi)
Umumnya manusia beranggapan bahwa seseorang yang
bekerja pada pekerjaan yang lebih tinggi akan merasa lebih puas daripada
karyawan yang bekerja pada pekerjaan yang lebih rendah. Pada beberapa
penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidak selalu benar, tetapi justru
perubahan dalam tingkat pekerjaanlah yang mempengaruhi kepuasan kerja.
Jadi, posisi dalam sebuah organisasi
tidak menjamin orang tersebut nyaman dengan pekerjaannya. Apabila ia memiliki
posisi yang tinggi dalam sebuah organisasi, namun tugas yang ia terima terlalu banyak melebihi
kemampuan maksimal yang bisa ia terima, maka karyawan tersebut akan mengalami
kelelahan, kejenuhan, yang mengakibatkan ia stres dan mengalami kemundukan
kualitas kerja.
b. Pangkat (golongan)
b. Pangkat (golongan)
Pada pekerjaan yang mendasarkan perbedaan tingkat
(golongan), sehingga pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada
orang yang melakukannya. Apabila ada kenaikan upah, maka sedikit banyaknya akan
dianggap sebagai kenaikan pangkat, dan kebanggaan terhadap kedudukan yang baru
itu akan merubah perilaku dan perasaannya.
c. Umur
Dinyatakan bahwa ada hubungan antara kepuasan kerja dengan umur karyawan. Umur di antara 25 tahun sampai 34 tahun dan umur 40 sampai 45 tahun adalah merupakan umur-umur yang bisa menimbulkan perasaan kurang puas terhadap pekerjaan.
d. Jaminan finansial dan jaminan sosial
Masalah finansial dan jaminan sosial kebanyakan berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
e. Mutu pengawasan
Hubungan antara karyawan dengan pihak pimpinan sangat penting artinya dalam menaikkan produktifitas kerja. Kepuasan karyawan dapat ditingkatkan melalui perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga karyawan akan merasa bahwa dirinya merupakan bagian yang penting dari organisasi kerja (sense of belonging).
Hubungan Stres Dengan Kerja
Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang
mempengaruhi emosi,
proses berpikir dan kondisi seseorang di tempat
kerja. Pada kenyataannya stres
kerja memang dapat membantu (fungsional) dan dapat
berperan salah
(disfungsional) atau merusak prestasi kerja. Stres
kerja yang terlalu besar dapat
mengancam kemampuan seseorang untuk
mengahadapi lingkungannya. Sebagai
hasilnya pada diri karyawan berkembang berbagai
gejala stres yang dapat
mengganggu pelaksanaan kerja sehingga akan
mempengaruhi prestasi kerja.
Hubungan
stres dengan kerja ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan
seseorang. Kejiwaan yang sehat dan fresh membuat peekrjaan seseorang menjadi
baik, sebaliknya, jika kejiwaan seseorang buruk, maka hasil peekrjaan yang ia
kerjakan akan menjadi buruk karena tidak didorong oleh niat yang baik. Oleh karena
itu seorang manager harus mampu memberikan tugas yang adil dan mengetahui
batasan akan tugas yang diberikan agar karyawan tidak mengalami stres dan hasil
pekerjaan menjadi tidak maksimal. Dan dari sisi karyawannya sendiri, ia harus
mampu mengontrol kondisi kejiwaannya agar tetap dalam kondisi yang baik. Ia bisa
melakukannya dengan refreshing diri, olahraga, pengaturan waktu dan pekerjaan
yang baik, dsb.
*Note kalimat yang dicetak miring adalah pendapat pribadi saya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar