Teori Motivasi Klasik
Frederik Winslow Taylor yang mengemukakan teori
motivasi klasik, teori ini berpendapat bahwa manusia mau berkerja giat untuk
dapat memenuhi kebutuhan fisik/biologisnya, berbentuk uang atau barang dari
hasil kerjanya.
Teori Hierarki Kebutuhan
Abraham
Maslow yang mengemukakan teori hierarki kebutuhan, teori ini berpendapat bahwa
seseorang mau bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam
kebutuhan dan kebutuhan yang diinginkan seseorang itu berjenjang.
·
Physiological
needs
yaitu kebutuhan
untuk mempertahankan hidup. Yang termasuk kebutuhan ini adalah kebutuhan makan,
minum perumahan, dan kesejahteraan individu, karena kebutuhan ini sudah terasa
sejak manusia dilahirkan ke bumi ini.
·
Safety
need
yaitu kebutuhan
akan kebebasan dari ancaman yakni merasa aman dari kecelakaan dan keselamatan
dari pekerjaan, perasaan aman juga menyangkut pegawai.
·
Social
needs
Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial, sehingga
mereka mempunyai kebutuhan sosial sebagai berikut :
Ø
Kebutuhan
akan perasaan diterima oleh orang lain
Setiap orang membutuhkan tempat untuk
merasa diterima dalam kelompoknya sebagai sarana bersosialisasi.
Ø
Kebutuhan
akan perasaan dihormati
Setiap orang memiliki perasaan ingin
dihormati karena pada dasarnya setiap orang memiliki harga diri dan ingin
dianggap sebagai orang yang dihargai oleh orang lain.
Ø
Kebutuhan
untuk berprestasi
Setiap orang butuh prestasi dalam hidupnya
agar hidupnya mengalami peningkatan mutu dan kualitas dalam berbagai aspek
kehidupan.
Hubungan
motivasi dengan prestasi kerja adalah motivasi mampu mendorong seseorang dalam
bekerja yang mana pekerjaannya akan meningkat menjadi lebih baik dengan tujuan
ia dapat mencapai tujuan dari motivasinya tersebut. apabila seseorang memiliki
tujuan yang ingin dicapai, maka orang tersebut termotivasi untuk mencapai
tujuannya tersebut. hal itu lah yang mendorong seseorang tersebut meningkatkan
kualitas kerjanya agar berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.
Contoh: seorang karyawan suatu
perusahaan ingin membeli rumah idamannya, ia termotivasi untuk mendapatkan
rumah tersebut. dengan tujuannya itu, ia bekerja lebih baik untuk menghasilkan
hasil kerja yang lebih memuaskan, sehingga manager dari perusahaan tersebut
memberikan bonus gaji kepadanya. Atau bahkan menaikkan jabatannya dalam
perusahaan tersebut sehingga ia mendapatkan gaji pokok yang lebih besar yang
mampu memperbesar peluangnya untuk menbeli rumah idamannya tersebut.
*NOTE: kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar