Proses Perilaku Manusia Meliputi Dasar Kemampuan
dalam Kepribadian
manusia dilahirkan
membawa keunikan masing-masing. Dengan memahami perilaku tertentu seseorang,
kita akan memahami dan mencari variable penyebab perbedaan prestasi individu.
Variabel yang mempengaruhi perilaku individu a.l. : a)variable fisiologis
(fisik dan mental), b)variable psikologis (persepsi, sikap, kepribadian,
belajar, motivasi), c)variable lingkungan (keluarga, kebudayaan, kelas
sosial). Gibson, dkk tentang perilaku individu :
(a)perilaku timbul karena ada stimulus atau motivasi, (b)perilaku diarahkan
kepada tujuan, (c)perilaku yang terarah pada tujuan dapat terganggu oleh
frustasi, konflik, dan kecemasan.
Karakteristik –karakteristik Biografis
merupakan karakteristik perseorangan
seperti usia,gender,ras,dan masa jabatan yang dipoeroleh secara mudah dan
objektif dari arsip pribadi seseorang.
· Usia
Apa
persepsi terhadap pekerja yang sudah tua? Bukti menunjukan bahwa para majikan
mempunyai perasaan yang campur aduk. Mereka melihat sejumlah kualitas positif
yang dibawa orang tua ke dalam pekerjaan mereka. Khususnya, pengalaman,
pertimbangan, etika kerja yang kuat, dan komitmen terhadap mutu. Namun
pekerja-pekerja tua juga dianggap kurang luwes dan menolak teknologi baru.
·
Jenis Kelamin
Terdapat hanya sedikit, jika
ada, perbedaan penting antara pria dan wanita yang akan mempengaruhi kinerja
kerja mereka. Penelitian-penelitian psikologis menunjukan bahwa wanita lebih
bersedia untuk mengakui wewenang dan pria lebih agresif dan berkemungkinan
lebih besar daripada wanita untuk memenuhi harapan atas keberhasilan, namun
perbedaan-perbedaan itu tidak besar.
· Masa
Kerja
Jika kita
mendefinisikan senioritas sebagai masa kerja seseorang pada pekerjaan tertentu,
kita dapat mengatakan bahwa bukti paling baru menunjukan suatu hubungan positif
antara senioritas dan produktivitas pekerjaan. Jika demikian, masa kerja yang
diekspresikan sebagai pengalaman kerja, tampaknya tak menjadi dasar perkiraan
yang baik terhadap produktivitas karyawan.
· KEMAMPUAN
Setiap orang mempunyai
kelebihan dan kekurangan dalam hal kemampuan yang membuatnya relative unggul
atau rendah dibandingkan dengan orang-orang lain dalam melakukan tugas atau
kegiatan tertentu.
Kemampuan merujuk ke
kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu.
Kemampuan keseluruhan pada hakekatnya tersusun dari 2 faktor :
a. Kemampuan
Intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan
mental.
b. Kemampuan fisik
merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang
menuntut stamina,keterampilan,kekuatan,dan karakteristik serupa
Lepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri
individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian
kepribadian adalah penyesuaian diri. Penyesuaian diri sebagai “suatu proses
respons individu baik yang bersifat fisik maupun mental dalam upaya mengatasi
kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan
konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut
dengan tuntutan (norma) lingkungan.
Aspek Emosi
Emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan
pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan
pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan
serangkaian kecendrungan untuk bertindak.
Menurut Crow & Crow (1958), emosi adalah “an emotion,
is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and
mental and physiological stirredup states in the individual, and that shows it
self in his evert behaviour”. Jadi, emosi adalah warna afektif yang kuat dan
ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
Menurut Hurlock (1990), individu yang dikatakan
matang emosinya yaitu:
a. Dapat melakukan kontrol diri yang bisa diterima
secara sosial. Individu yang emosinya matang mampu mengontrol ekspresi emosi
yang tidak dapat diterima secara social atau membebaskan diri dari energi fisik
dan mental yang tertahan dengan cara yang dapat diterima secara sosial.
b. Pemahaman diri. Individu yang matang, belajar
memahami seberapa banyak kontrol yang dibutuhkannya untuk memuaskan
kebutuhannya dan sesuai dengan harapan masyarakat
c. Menggunakan kemampuan kritis mental. Individu
yang matang berusaha menilai situasi secara kritis sebelum meresponnya,
kemudian memutuskan bagaimana cara bereaksi terhadap situasi tersebut
Kematangan emosi (Wolman dalam Puspitasari, 2002) dapat didefinisikan sebagai
kondisi yang ditandai oleh perkembangan emosi dan pemunculan perilaku yang
tepat sesuai dengan usia dewasa dari pada bertingkahlaku seperti anak-anak.
Semakin bertambah usia individu diharapkan dapat melihat segala sesuatunya
secara obyektif, mampu membedakan perasaan dan kenyataan, serta bertindak atas
dasar fakta dari pada perasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar