Minggu, 04 Januari 2015

Perilaku Kelompok dan Team Kerja

Faktor yang mempengaruhi kelompok

a.              Ukuran kelompok.

Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok dapat dibedakan dua macam, yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif, masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk menghasilkan suatu produk, keputusan, atau penilaian tunggal. Pada kelompok tugas koatif, jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni, makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
Misalnya satu orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam 10 jam, maka sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam. Tetapi, bila mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.

b.              Jaringan komunikasi.

Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok, tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat dan terorganisir.

c.               Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok. Kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan kefektifan komunikasi kelompok.
Arahan dari pemimpin kelompok yang tepat, jelas, mengakibatkan jalannya perkerjaan kelompok menjadi baik karena maksud yang diterima sudah jelas, maksud yang ingin dicapai sudah jelas, maka para anggota dapat bekerja dengan fokus dan terarah.

Hubungan kelompok dengan team kerja

Kelompok dan Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau group didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama, yang secara bersama berupaya mencapai tujuan.
Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing.
Kelompok kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya gabungan dari seluruh anggota tim. Akibatnya, kinerja mereka sekadar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka berikan. Sementara itu, Tim Kerja mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Upaya individual mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input para individunya.
Hubungan kelompok dengan team kerja adalah apabila team kerja sudah merasa sebagai suatu kelompok (memiliki ikatan yang baik dengan anggota lainnya) maka tim kerja tersebut dapat lebih baik menjalankan tugasnya. Karena tim kerja mampu mendorong kualitas kerja dari tiap tiap individunya, dan kelompok dapat mendorong rasa nyaman sebagai tim tersebut yang membuat antar individu dalam tim dapat bekerja dengan nyaman, fokus, dan lebih baik lagi.

Pengambilan keputusan kelompok

Dalam menentukan keputusan dalam kelompok, pastinya akan menghadapi berbagai macam suara. Oleh sebab itu antar anggota kelompok harus dapat menerima keputusan apapun yang diambil atas dasar kepentingan bersama. Karena dalam kelompok bukanlah hanya dirinya yang memiliki keperluan, tetapi berdasarkan kepentingan bersama. Alangkah baiknya setiap anggota kelompok memberikan suara dalam pengmambilan keputusan kelompok secara transparan, yang dapat dinilai oleh anggota lainnya sehingga anggota lainnya dapat mendorong atau mengkritik kekurangan dari idenya tersebut. keputusan kelompok tentu saja diambil dengan melihat jumlah setuju yang paling banyak.



*NOTE: kalimat yang dicetak miring merupakan pendapat pribadi saya*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar