Faktor yang
mempengaruhi kelompok
a.
Ukuran kelompok.
Hubungan
antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis
tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok dapat dibedakan dua
macam, yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif, masing-masing
anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada tugas
interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk
menghasilkan suatu produk, keputusan, atau penilaian tunggal. Pada kelompok
tugas koatif, jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas.
Yakni, makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
Misalnya satu
orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam 10 jam, maka sepuluh
orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam. Tetapi, bila mereka
sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.
b.
Jaringan
komunikasi.
Terdapat
beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya adalah sebagai berikut: roda,
rantai, Y, lingkaran, dan bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok,
tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat dan terorganisir.
c.
Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke
arah tujuan kelompok. Kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan
kefektifan komunikasi kelompok.
Arahan dari
pemimpin kelompok yang tepat, jelas, mengakibatkan jalannya perkerjaan kelompok
menjadi baik karena maksud yang diterima sudah jelas, maksud yang ingin dicapai
sudah jelas, maka para anggota dapat bekerja dengan fokus dan terarah.
Hubungan kelompok
dengan team kerja
Kelompok
dan Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau group didefinisikan
sebagai dua atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama, yang
secara bersama berupaya mencapai tujuan.
Kelompok
kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling
berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan
guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing.
Kelompok
kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat di dalam
kerja kolektif yang memerlukan upaya gabungan dari seluruh anggota tim.
Akibatnya, kinerja mereka sekadar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh
individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan tingkat
kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka
berikan. Sementara itu, Tim Kerja mengembangkan sinergi positif melalui
upaya yang terkoordinasi. Upaya individual mereka menghasilkan suatu tingkat
kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input para individunya.
Hubungan kelompok
dengan team kerja adalah apabila team kerja sudah merasa sebagai suatu kelompok
(memiliki ikatan yang baik dengan anggota lainnya) maka tim kerja tersebut
dapat lebih baik menjalankan tugasnya. Karena tim kerja mampu mendorong
kualitas kerja dari tiap tiap individunya, dan kelompok dapat mendorong rasa
nyaman sebagai tim tersebut yang membuat antar individu dalam tim dapat bekerja
dengan nyaman, fokus, dan lebih baik lagi.
Pengambilan keputusan
kelompok
Dalam menentukan
keputusan dalam kelompok, pastinya akan menghadapi berbagai macam suara. Oleh sebab
itu antar anggota kelompok harus dapat menerima keputusan apapun yang diambil
atas dasar kepentingan bersama. Karena dalam kelompok bukanlah hanya dirinya
yang memiliki keperluan, tetapi berdasarkan kepentingan bersama. Alangkah baiknya
setiap anggota kelompok memberikan suara dalam pengmambilan keputusan kelompok
secara transparan, yang dapat dinilai oleh anggota lainnya sehingga anggota
lainnya dapat mendorong atau mengkritik kekurangan dari idenya tersebut.
keputusan kelompok tentu saja diambil dengan melihat jumlah setuju yang paling
banyak.
*NOTE: kalimat
yang dicetak miring merupakan pendapat pribadi saya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar