Budaya organisasi
Pengertian budaya
organisasi
Budaya
organisasi adalah sebuah sistem makna
bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya. Budaya organisasi berkaitan dengan
bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan
tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak.
Budaya organisasi bisa dikatakan sebagai salah satu
kebiasaan organisasi dalam menentukan suatu aturan yang abstrak. Anggota organisasi
akan berbaur dalam budaya tersebut secara langsung dan tidak langsung, suka dan
tidak suka. Karena keadaan tesebut sudah ada sejak dahulu dan sudah menjadi
kebiasaan rutin yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Budaya organisasi ini
bisa terjadi akibat anggota organisasi yang sudah biasa melakukan hal-hal
tertentu, dan kemudian diulang terus menerus sehingga menjadi aturan abstrak
yang orang lain akan melakukan budaya tersebut atas kesadaran diri sendiri.
Fungsi budaya
organisasi
Budaya organisasi memiliki
fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas
tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294),
fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
1.Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
Pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja
Adanya keterkaitan hubungan antara budaya korporat dengan
kinerja organisasi
yang dapat dijelaskan dalam model diagnosis budaya
organisasi Tiernay bahwa
semakin baik kualitas faktor-faktor yang terdapat dalam
budaya organisasi makin baik
kinerja organisasi tersebut (Moelyono Djokosantoso, 2003 :
42).
Karyawan yang sudah memahami keseluruhan nilai-nilai
organisasi akan
menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai suatu kepribadian
organisasi. Nilai dan
keyakinan tersebut akan diwujudkan menjadi perilaku
keseharian mereka dalam
bekerja, sehingga akan menjadi kinerja individual. Didukung
dengan sumber daya manusia yang ada, sistem dan teknologi, strategi perusahaan
dan logistik, masingmasing
kinerja individu yang baik akan menimbulkan kinerja
organisasi yang baik
pula.
Budaya organisasi ada
yang bersifat kekeluargaan ataupun formal. Pada sifat kekeluargaan ini para
anggota organisasi akan secara sukarela melakukan budaya tersbut tanpa harus
diperintah. Karena budaya tersebut memberikan kenyamanan dan kesenangan
terhadap anggota lainnya. Hal inilah yang berpengaruh terhadap kinerja para
anggota organisasi karena memberikan efek positif yaitu mendorong rasa nyaman
dan senang dalam bekerja dalam organisasi tersebut. semakin nyaman orang
terhadap budaya oranisasi tersebut, maka akan semakin baik kualitas pekerjaan
yang ia kerjakan.
*NOTE: kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar