Selasa, 06 Januari 2015

Perilaku sumber daya manusia dan mengelola keanekaragaman dalam organisasi



Untuk memperoleh manfaat yang sebenarnya dari keragaman, perusahaan atau organisasi perlu melakukakan pengolahan keragaman yang tepat. Terkait dengan hal tersebut , pada dasarnya didalam mengelolah keragaman sumber daya manusia, organisas dapat melihatnya dalam tiga perspektif yang berbeda, yaitu :

Discrimination and Fairness Paradigm Thomas dan Ely (1996) menyebutkan,
bahwa organisasi yang melihat keragaman dari perspektif ini selalu memfokuskan pada  kesempatan yang sama, perlakuan yang fair, recruitmen, dan compliance dengan persyaratan Equal Employment Opportunity. Berdasar paradigma ini, keragaman diukur oleh seberapa baik perusahaan merekrut dan mempertahankan tujuan-tujuan, dibandingkan pada derajat dimana kondisi perusahaan mengijinkan karyawan untuk memperlihatkan aset personal dan perspektif mereka untuk bekerja lebih efektif. Ada manfaat yang diperoleh dari sudut pandang paradigma ini, yaitu cenderung akan
meningkatkan keragaman demografis dalam suatu organisasi, dan juga acapkali berhasil dalam
menerapkan perlakuan yang fair.
Perusahaan seperti Baxter Healthcare Corporation misalnya,
berhasil melakukan peningkatan keragaman angkatan kerja dengan mengadopsi kebijakan
perusahaan yang menyokong manfaat dari adanya keragaman angkatan kerja, baik secara kultural,
rasial, maupun jenis kelamin. Baxter memulai dengan suatu filosofi bahwa populasi karyawan
yang multikultural adalah sangat penting bagi perusahaan dalam rangka pemeliharaan kesehatan
di seluruh dunia dan kemudian memanifestasikan perusahaan dalam berbagai upaya untuk
mempublikasikan filosofi tersebut di seluruh organisasi. Kemudian melakukan langkah kongkrit
untuk mendorong keragaman, seperti mengevaluasi program-program keragaman, merekrut golongan minoritas untuk jajaran direktur, dan berinteraksi dengan kelompok atau jaringan minoritas. Langkah konkrit lainnya adalah melakukan pelatihan keragaman untuk memperpeka karyawan agar menghargai perbedaan yang ada, membangun harga diri, dan secara umum menciptakan kondisi serta lingkungan yang kondusif akan beragamnya angkatan kerja di dalam perusahaan.

Pengembangan karier dan evaluasi kerja
Penilaian Kinerja memberikan arahan yang jelas bagi individu dalam merancang potensi karir, dengan cara diskusi atau counseling.  Individu akan mudah menemukan jenis pelatihan yang terkait dengan pengembangan karir berikutnya.

Evaluasi Kinerja adalah salah satu fungsi utama dalam Sistem Manajemen, khusus Talent Management.  Evaluasi ini berkaitan dengan Performa Individu dan Manajemen (Tim) untuk menuju Pengembangan Karir dan Pertumbuhan Organisasi.  Evaluasi Kinerja terkait dengan Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale, Environment.  Evaluasi Kinerja bertujuan untuk peningkatan Pembelajaran dan Pertumbuhan Organisasi yang sangat bergantung pada Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Handal.  Dan ada tiga aspek penting dalam tumbuh kembang perusahaan yakni: Kompetensi Manajemen dan Karyawan Infrastruktur Teknologi Budaya Perusahaan


 Mengelola keanekaragaman dalam organisasi


Mengelola keberagaman secara efektif dapat memperbaiki efektifitas organisasi.Ketika para manager mengelola keberagaman secara efektif, mereka tidak hanyamendorong manager lainnya untuk memperlakukan anggota organisasi secara pantasdan adil namun juga menyadari bahwa keberagaman merupakan sumber dayaorganisasi yang penting yang dapat membantu sebuah organisasi meraih keuntungankompetitif (competitive advantage).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar