Untuk
memperoleh manfaat yang sebenarnya dari keragaman, perusahaan atau organisasi
perlu melakukakan pengolahan keragaman yang tepat. Terkait dengan hal tersebut
, pada dasarnya didalam mengelolah keragaman sumber daya manusia, organisas
dapat melihatnya dalam tiga perspektif yang berbeda, yaitu :
Discrimination and Fairness Paradigm Thomas dan Ely
(1996) menyebutkan,
bahwa organisasi yang melihat keragaman dari perspektif
ini selalu memfokuskan pada kesempatan yang
sama, perlakuan yang fair, recruitmen, dan compliance dengan persyaratan Equal
Employment Opportunity. Berdasar paradigma ini, keragaman diukur oleh seberapa baik
perusahaan merekrut dan mempertahankan tujuan-tujuan, dibandingkan pada derajat
dimana kondisi perusahaan mengijinkan karyawan untuk memperlihatkan aset
personal dan perspektif mereka untuk bekerja lebih efektif. Ada manfaat yang
diperoleh dari sudut pandang paradigma ini, yaitu cenderung akan
meningkatkan keragaman demografis dalam suatu
organisasi, dan juga acapkali berhasil dalam
menerapkan perlakuan yang fair.
Perusahaan
seperti Baxter Healthcare Corporation misalnya,
berhasil melakukan peningkatan keragaman angkatan
kerja dengan mengadopsi kebijakan
perusahaan yang menyokong manfaat dari adanya
keragaman angkatan kerja, baik secara kultural,
rasial, maupun jenis kelamin. Baxter memulai dengan
suatu filosofi bahwa populasi karyawan
yang multikultural adalah sangat penting bagi
perusahaan dalam rangka pemeliharaan kesehatan
di seluruh dunia dan kemudian
memanifestasikan perusahaan dalam berbagai upaya untuk
mempublikasikan filosofi tersebut di seluruh
organisasi. Kemudian melakukan langkah kongkrit
untuk mendorong keragaman, seperti
mengevaluasi program-program keragaman, merekrut golongan minoritas untuk jajaran
direktur, dan berinteraksi dengan kelompok atau jaringan minoritas. Langkah konkrit
lainnya adalah melakukan pelatihan keragaman untuk memperpeka karyawan agar menghargai
perbedaan yang ada, membangun harga diri, dan secara umum menciptakan kondisi serta
lingkungan yang kondusif akan beragamnya angkatan kerja di dalam perusahaan.
Pengembangan karier dan evaluasi kerja
Penilaian Kinerja memberikan
arahan yang jelas bagi individu dalam merancang potensi karir, dengan cara
diskusi atau counseling. Individu akan mudah menemukan jenis pelatihan
yang terkait dengan pengembangan karir berikutnya.
Evaluasi Kinerja adalah
salah satu fungsi utama dalam Sistem Manajemen, khusus Talent Management.
Evaluasi ini berkaitan dengan Performa Individu dan Manajemen (Tim) untuk
menuju Pengembangan Karir dan Pertumbuhan Organisasi. Evaluasi Kinerja
terkait dengan Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale,
Environment. Evaluasi Kinerja bertujuan untuk peningkatan Pembelajaran
dan Pertumbuhan Organisasi yang sangat bergantung pada Pengembangan Sumber Daya
Manusia yang Handal. Dan ada tiga aspek penting dalam tumbuh kembang
perusahaan yakni: Kompetensi Manajemen dan Karyawan Infrastruktur Teknologi
Budaya Perusahaan
Mengelola
keanekaragaman dalam organisasi
Mengelola keberagaman secara efektif dapat
memperbaiki efektifitas organisasi.Ketika para manager mengelola keberagaman
secara efektif, mereka tidak hanyamendorong manager lainnya untuk memperlakukan
anggota organisasi secara pantasdan adil namun juga menyadari bahwa keberagaman merupakan sumber
dayaorganisasi yang penting yang dapat membantu sebuah organisasi meraih
keuntungankompetitif (competitive advantage).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar