Minggu, 04 Januari 2015

Perilaku antar Kelompok dan Manajemen Konflik


Perilaku antar Kelompok dan Manajemen Konflik

Konflik adalah relasi-relasi psikologis yang antagonis, berkaitan dengan tujuan2 yang tidak bisa disesuaikan, interest2 yang eksklusif dan tidak  bisa dipertemukan, sikap-sikap emosional yang bermusuhan, dan struktur-struktur nilai yg berbeda.
Sedangkan negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal.
Biasanya konflik antar kelompok didasari oleh perbedaan kepentingan antar kedua kelompok atau lebih. Kelompok A ingin mencapai tujuannya, kelompok B juga ingin mencapai tujuannya sendiri. Kedua kelompok ini berbeda pendapat, berbeda jalan tujuan, bahkan saling menghambat satu sama lainnya dalam mencapai tujuan. Hal inilah yang menyebabkan konflik antar kelompok pada umumnya selain faktor pribadi.

Faktor yg mempengaruhi hubungan antar kelompok

1.      Adanya hubungan/kepentingan yang saling menguntungkan bagi satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Apabila kelompok A memiliki suatu kemampuan, dan kelompok B membutuhkan kemampuan dari kelompok A tersebut, maka dapat terjadi hubungan antara kelompok A dan kelompok B dalam sebuah kesepakatan.
2.      Adanya kesamaan tujuan
Kesamaan tujuan antar kelompok menjadikan dasar utama antar kelompok tersebut bekerja sama saling membantu kelompok lainnya yang memiliki tujuan yang sama dengan kelompoknya untuk mencapai tujuan yang sama sama mereka tuju agar tujuannya tersebut dapat tercapai dengan cara yang lebih mudah dan lebih besar peluang kemungkinan keberhasilan tercapainya tujuan mereka tersebut.
3.      Ditaruh dalam satu team kerja
Beberapa kelompok ditaruh dalam satu team kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang masing masing kelompok memiliki keahlian masing masing yang dibagi bagi tugas dengan adil untuk mencapai tujuan. Bedanya dengan nomer 2 adalah, kesamaan tujuan didasari oleh berbagai aspek yang sama. Dalam kasus ini, antar kelompok memiliki keahlian yang berbeda beda, tetapi memiliki tujuan yang sama berdasarkan tugas yang mereka terima.


 Proses konflik

Konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka, atau aktivitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda. Perbedaan antara konflik dengan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dalam pencapaian tujuan. Kompetisi terjadi apabila tujuan kedua pihak tidak sesuai, akan tetapi kedua belah pihak tidak dapat saling menggangu. Sebagai contoh dua bagian pemasaran komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebut siapakah yang pertama-tama mencapai atau memenuhi kuota penjualan yang paling banyak. Jika dalam hal ini tidak ada
kemungkinan untuk mencampuri usaha pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka terjadilah kompetisi, akan tetapi apabila ada kemungkinan untuk mencampuri itu dan memang dilakukan, terjadilah konflik.

Jenis-Jenis Konflik

1. Konflik didalam individu
Konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama.
Konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau perbedaan-perbedaan kepribadian.

3. Konflik antar individu dan kelompok.
Konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, contohnya seseorang yang dihukum karena melanggar norma-norma kelompok

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
Adanya pertentangan kepentingan antar kelompok


 Proses negosiasi dan perundingan

- Kompromi (Compromise)
Manajer mencari jalan keluar yang dapat diterima oleh pihak pihak yang saling berselisih untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Keputusan dicapai melalui kompromi bukannya membiarkan pihak-pihak yang berkonflik merasa tenggelam dalam frustasi dan bermusuhan, akan tetapi kompromi merupakan metode yang lemah untuk menyelesaikan konflik, karena biasanya tidak menghasilkan penyelesaian yang dapat membantu untuk tercapainya tujuan organisasi.
- Konsensus
dimana pihak-pihak mengadakan pertemuan untuk mencari pemecahan-pemecahan masalah yang terbaik, bukan mencari kemenangan bagi masing-masing pihak.
- Metode Konfrontasi


dimana pihak-pihak yang saling berhadapan menyatakan pandangannya secara langsung satu sama lain, dengan kepemimpinan yang terampil dan kesediaan semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama, kerap kali dapat ditemukan penyelesaiaan yang rasional.

*NOTE: kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar