Perilaku
antar Kelompok dan Manajemen Konflik
Konflik
adalah relasi-relasi psikologis yang antagonis, berkaitan dengan tujuan2 yang
tidak bisa disesuaikan, interest2 yang eksklusif dan tidak bisa dipertemukan, sikap-sikap emosional yang
bermusuhan, dan struktur-struktur nilai yg berbeda.
Sedangkan negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui
diskusi formal.
Biasanya konflik antar kelompok didasari oleh
perbedaan kepentingan antar kedua kelompok atau lebih. Kelompok A ingin
mencapai tujuannya, kelompok B juga ingin mencapai tujuannya sendiri. Kedua kelompok
ini berbeda pendapat, berbeda jalan tujuan, bahkan saling menghambat satu sama
lainnya dalam mencapai tujuan. Hal inilah yang menyebabkan konflik antar
kelompok pada umumnya selain faktor pribadi.
Faktor
yg mempengaruhi hubungan antar kelompok
1.
Adanya
hubungan/kepentingan yang saling menguntungkan bagi satu kelompok dengan
kelompok lainnya.
Apabila
kelompok A memiliki suatu kemampuan, dan kelompok B membutuhkan kemampuan dari
kelompok A tersebut, maka dapat terjadi hubungan antara kelompok A dan kelompok
B dalam sebuah kesepakatan.
2.
Adanya
kesamaan tujuan
Kesamaan
tujuan antar kelompok menjadikan dasar utama antar kelompok tersebut bekerja
sama saling membantu kelompok lainnya yang memiliki tujuan yang sama dengan
kelompoknya untuk mencapai tujuan yang sama sama mereka tuju agar tujuannya
tersebut dapat tercapai dengan cara yang lebih mudah dan lebih besar peluang
kemungkinan keberhasilan tercapainya tujuan mereka tersebut.
3.
Ditaruh
dalam satu team kerja
Beberapa
kelompok ditaruh dalam satu team kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang
masing masing kelompok memiliki keahlian masing masing yang dibagi bagi tugas
dengan adil untuk mencapai tujuan. Bedanya dengan nomer 2 adalah, kesamaan
tujuan didasari oleh berbagai aspek yang sama. Dalam kasus ini, antar kelompok
memiliki keahlian yang berbeda beda, tetapi memiliki tujuan yang sama
berdasarkan tugas yang mereka terima.
Proses
konflik
Konflik
organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi
atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka, atau aktivitas
kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan
yang berbeda. Perbedaan antara konflik dengan persaingan (kompetisi) terletak pada
apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dalam pencapaian tujuan.
Kompetisi terjadi apabila tujuan kedua pihak tidak sesuai, akan tetapi kedua
belah pihak tidak dapat saling menggangu. Sebagai contoh dua bagian pemasaran
komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebut
siapakah yang pertama-tama mencapai atau memenuhi kuota penjualan yang paling
banyak. Jika dalam hal ini tidak ada
kemungkinan
untuk mencampuri usaha pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka terjadilah kompetisi,
akan tetapi apabila ada kemungkinan untuk mencampuri itu dan memang dilakukan, terjadilah
konflik.
Jenis-Jenis
Konflik
1.
Konflik didalam individu
Konflik
ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus
dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila
individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya
2.
Konflik antar individu dalam organisasi yang sama.
Konflik
ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau
perbedaan-perbedaan kepribadian.
3.
Konflik antar individu dan kelompok.
Konflik
ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang
dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, contohnya seseorang yang dihukum karena melanggar
norma-norma kelompok
4.
Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
Adanya
pertentangan kepentingan antar kelompok
Proses negosiasi dan
perundingan
-
Kompromi (Compromise)
Manajer
mencari jalan keluar yang dapat diterima oleh pihak pihak yang saling
berselisih untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Keputusan dicapai melalui
kompromi bukannya membiarkan pihak-pihak yang berkonflik merasa tenggelam dalam
frustasi dan bermusuhan, akan tetapi kompromi merupakan metode yang lemah untuk
menyelesaikan konflik, karena biasanya tidak menghasilkan penyelesaian yang
dapat membantu untuk tercapainya tujuan organisasi.
-
Konsensus
dimana
pihak-pihak mengadakan pertemuan untuk mencari pemecahan-pemecahan masalah yang
terbaik, bukan mencari kemenangan bagi masing-masing pihak.
- Metode Konfrontasi
dimana
pihak-pihak yang saling berhadapan menyatakan pandangannya secara langsung satu
sama lain, dengan kepemimpinan yang terampil dan kesediaan semua pihak untuk
mendahulukan kepentingan bersama, kerap kali dapat ditemukan penyelesaiaan yang
rasional.
*NOTE: kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar