Mengelola
perubahan
Ada 8
langkah mentransformasi organisasi, yaitu:
a: Rasa urgensi
1.
Mengevaluasi pasar dan daya saing
2.
Mengidentifikasi dan mendiskusikan krisis,
potensi krisis atau peluang-peluang besar
Evaluasi
situasi persaingan, posisi pasar, tren teknologi, dan kinerja keuangan.
Berfokus pada penurunan pendapatan karena paten habis, laba bisnis utama terus
menurun, atau muncul pasar yang belum dilirik.
Sampaikan
secara dramatis dengan mengemukakan krisis, potensi krisis atau ada peluang
besar yang akan segera datang. Dari penelitian diketahui bahwa sulit mengajak
orang ke luar dari daerah nyaman (comfort zone) karena kesuksesan selama
ini atau takut ada penolakan dari senior manajer, moral runtuh atau bahkan ada
kemungkinan kena PHK.
b: Tim pengarah
1.
Membentuk tim yang punya kewenangan untuk memimpin
perubahan
2.
Membiarkan kelompok kerja bekerjasama sebagai sebuah
tim
Tim
pengarah ini akan sukses jika punya bekal wewenang, informasi, kompetensi,
reputasi dan keterhubungan. Di sini tanpa kepemimpinan yang kuat mustahil
diperoleh suatu kewenangan karena tidak jarang muncul oposisi yang ingin
menggagalkan perubahan itu.
c: Visi dan strategi
1.
Menciptakan visi untuk membantu mengarahkan
upaya-upaya perubahan
2.
Mengembangkan strategi-strategi untuk mencapai visi
Setelah
tim bekerja dalam kurun waktu 6 bulan sampai 1 tahun lewat pemikiran analitikal
dan sedikit mimpi, tim harus dapat memberikan gambaran visi untuk 5 tahun ke
depan secara jelas sebelum mengembangkan strategi-strategi untuk mencapai visi.
Tanpa visi yang jelas, proses transformasi menjadi membingungkan atau tidak
sejalan dengan arah organisasi.
d: Mengkomunikasikan
1.
Menggunakan semua sarana yang ada untuk
mengkomunikasikan visi dan strategi baru
2.
Mengajarkan perilaku-perilaku baru lewat teladan
Tanpa
komunikasi yang meyakinkan dan dalam banyak kali, hati dan pikiran
karyawan tidak pernah tersentuh. Pengorbanan jangka pendek termasuk kehilangan
pekerjaan adalah yang paling sulit. Mendapatkan pengertian dan dukungan adalah
beras jika PHK adalah bagian dari visi.
d: Pemberdayaan
1.
Menyingkirkan kendala-kendala bagi perubahan
2.
Mengubah sistem atau struktur yang menghambat visi
3.
Memberi peluang bagi pengambilan risiko dan ide,
aktivitas dan tindakan yang baru
Transformasi
sukses diawali dengan melibatkan banyak orang sebagai bagian dari kemajuan
proses. Karyawan diberi kesempatan untuk mencoba pendekatan baru, mengembangan
ide baru dan menguji kepemimpinan. Hambatan: tindakan itu apakah selaras dengan
parameter keseluruhan visi?
Terburuk
adalah bos mereka tidak mau berubah padahal mereka yang menyuruh. Alasan untuk
setiap orang terhadap perubahan adalah berbeda.
Keengganan terhadap perubahan
Penolakan
terhadap perubahan juga dapat merupakan suatu sumber konflik fungsional.
Misalnya, penolakan terhadap suatu rencana reorganisasi atau suatu
perubahan pada lini suatu produk dapat merangsang debat yang
sehat mengenai faedah gagasan itu dan menghasilkan keputusan yang lebih baik .
Tetapi ada sisi buruk yang pasti pada keengganan terhadap perubahan. Keengganan
itu merintangi penyesuaian dan kemajuan. Penolakan terhadap perubahan
dikategorikan menurut sumber yaitu Sumber individu dan organisasi.
Keengganan terhadap
perubahan terjadi akibat sudah merasa nyaman dengan hal/sistem yang sudah ada
yang sedang berjalan yang ia rasa itu sudah baik dan benar. Keengganan juga
bisa terjadi akibat rasa takut untuk mencoba sesuatu yang baru karena takut
sistem baru tersebut berdampak buruk terhadapnya, takut keluar dari zona
nyaman, takut menghadapi tantangan baru, takut mengalami kegagalan dalam
perubahan, dan bisa juga akibat pola pikir yang masih monoton, yang sulit
menerima sesuatu hal yang baru walaupun sesuatu yang baru tersebut sudah
terbukti baik.
*NOTE: kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*