Selasa, 25 November 2014

Motivasi Kerja

Teori Motivasi Klasik

Frederik Winslow Taylor yang mengemukakan teori motivasi klasik, teori ini berpendapat bahwa manusia mau berkerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik/biologisnya, berbentuk uang atau barang dari hasil kerjanya.

Teori Hierarki Kebutuhan

Abraham Maslow yang mengemukakan teori hierarki kebutuhan, teori ini berpendapat bahwa seseorang mau bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan dan kebutuhan yang diinginkan seseorang itu berjenjang.

·        Physiological needs
 yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup. Yang termasuk kebutuhan ini adalah kebutuhan makan, minum perumahan, dan kesejahteraan individu, karena kebutuhan ini sudah terasa sejak manusia dilahirkan ke bumi ini.

·        Safety need
 yaitu kebutuhan akan kebebasan dari ancaman yakni merasa aman dari kecelakaan dan keselamatan dari pekerjaan, perasaan aman juga menyangkut pegawai.

·        Social needs
Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial, sehingga mereka mempunyai kebutuhan sosial sebagai berikut :

Ø Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain
Setiap orang membutuhkan tempat untuk merasa diterima dalam kelompoknya sebagai sarana bersosialisasi.

Ø Kebutuhan akan perasaan dihormati
Setiap orang memiliki perasaan ingin dihormati karena pada dasarnya setiap orang memiliki harga diri dan ingin dianggap sebagai orang yang dihargai oleh orang lain.

Ø Kebutuhan untuk berprestasi
Setiap orang butuh prestasi dalam hidupnya agar hidupnya mengalami peningkatan mutu dan kualitas dalam berbagai aspek kehidupan.

 Hubungan motivasi dengan prestasi kerja adalah motivasi mampu mendorong seseorang dalam bekerja yang mana pekerjaannya akan meningkat menjadi lebih baik dengan tujuan ia dapat mencapai tujuan dari motivasinya tersebut. apabila seseorang memiliki tujuan yang ingin dicapai, maka orang tersebut termotivasi untuk mencapai tujuannya tersebut. hal itu lah yang mendorong seseorang tersebut meningkatkan kualitas kerjanya agar berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.

Contoh: seorang karyawan suatu perusahaan ingin membeli rumah idamannya, ia termotivasi untuk mendapatkan rumah tersebut. dengan tujuannya itu, ia bekerja lebih baik untuk menghasilkan hasil kerja yang lebih memuaskan, sehingga manager dari perusahaan tersebut memberikan bonus gaji kepadanya. Atau bahkan menaikkan jabatannya dalam perusahaan tersebut sehingga ia mendapatkan gaji pokok yang lebih besar yang mampu memperbesar peluangnya untuk menbeli rumah idamannya tersebut.



*NOTE:  kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*

Proses Perilaku Manusia dalam Persepsi dan Pembelajaran

Proses Perilaku Manusia dalam Persepsi dan Pembelajaran

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu:
Faktor Internal
- Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

· Fisiologis
Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.

· Perhatian
Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
· Minat
Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.

· Kebutuhan yang searah
Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.

· Pengalaman dan ingatan
Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.

· Suasana hati
Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

· Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus.
Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.

· Warna dari obyek-obyek.
Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.

· Keunikan dan kekontrasan stimulus.
Stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.

· Intensitas dan kekuatan dari stimulus.
Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

· Motion atau gerakan
 Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

Ø Persepsi disini berfungsi untuk menangkap maksud dari pembelajaran individu. Bila seorang dosen memberikan materi pembelajaran, maka mahasiswa menggunakan persepsinya dalam menanggapi materi dosen tersebut untuk diambil inti pembelajarannya kemudian diserap ke dalam ingatannya, yang kemudian menjadi ilmu yang berguna untuk dirinya. Persepsi memberikan pandangan apa yang mampu ia tangkap, yang kemudian diolah menjadi sesuatu yang penting dan berguna untuk individu.

*NOTE:  kalimat yang bergaris miring merupakan pendapat pribadi saya*



Proses Perilaku Manusia Meliputi Dasar Kemampuan dalam Kepribadian

Proses Perilaku Manusia Meliputi Dasar Kemampuan dalam Kepribadian

manusia dilahirkan membawa keunikan masing-masing. Dengan memahami perilaku tertentu seseorang, kita akan memahami dan mencari variable penyebab perbedaan prestasi individu. Variabel yang mempengaruhi perilaku individu a.l. : a)variable fisiologis (fisik dan mental), b)variable psikologis (persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi), c)variable lingkungan (keluarga, kebudayaan, kelas sosial). Gibson, dkk tentang perilaku individu : (a)perilaku timbul karena ada stimulus atau motivasi, (b)perilaku diarahkan kepada tujuan, (c)perilaku yang terarah pada tujuan dapat terganggu oleh frustasi, konflik, dan kecemasan.

Karakteristik –karakteristik Biografis

  merupakan karakteristik perseorangan seperti usia,gender,ras,dan masa jabatan yang dipoeroleh secara mudah dan objektif dari arsip pribadi seseorang.

·                     Usia

        Apa persepsi terhadap pekerja yang sudah tua? Bukti menunjukan bahwa para majikan mempunyai perasaan yang campur aduk. Mereka melihat sejumlah kualitas positif yang dibawa orang tua ke dalam pekerjaan mereka. Khususnya, pengalaman, pertimbangan, etika kerja yang kuat, dan komitmen terhadap mutu. Namun pekerja-pekerja tua juga dianggap kurang luwes dan menolak teknologi baru.

·                         Jenis Kelamin

    Terdapat hanya sedikit, jika ada, perbedaan penting antara pria dan wanita yang akan mempengaruhi kinerja kerja mereka. Penelitian-penelitian psikologis menunjukan bahwa wanita lebih bersedia untuk mengakui wewenang dan pria lebih agresif dan berkemungkinan lebih besar daripada wanita untuk memenuhi harapan atas keberhasilan, namun perbedaan-perbedaan itu tidak besar.

·                      Masa Kerja

      Jika kita mendefinisikan senioritas sebagai masa kerja seseorang pada pekerjaan tertentu, kita dapat mengatakan bahwa bukti paling baru menunjukan suatu hubungan positif antara senioritas dan produktivitas pekerjaan. Jika demikian, masa kerja yang diekspresikan sebagai pengalaman kerja, tampaknya tak menjadi dasar perkiraan yang baik terhadap produktivitas karyawan.

·                      KEMAMPUAN

     Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal kemampuan yang membuatnya relative unggul atau rendah dibandingkan dengan orang-orang lain dalam melakukan tugas atau kegiatan tertentu.  
     Kemampuan merujuk ke kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Kemampuan keseluruhan pada hakekatnya tersusun dari 2 faktor :  

a.      Kemampuan Intelektual merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan mental.
b.     Kemampuan fisik merupakan kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut  stamina,keterampilan,kekuatan,dan karakteristik serupa


Lepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat fisik maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.

Aspek Emosi

Emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecendrungan untuk bertindak.

Menurut Crow & Crow (1958), emosi adalah “an emotion, is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and physiological stirredup states in the individual, and that shows it self in his evert behaviour”. Jadi, emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
Menurut Hurlock (1990), individu yang dikatakan matang emosinya yaitu:

a. Dapat melakukan kontrol diri yang bisa diterima secara sosial. Individu yang emosinya matang mampu mengontrol ekspresi emosi yang tidak dapat diterima secara social atau membebaskan diri dari energi fisik dan mental yang tertahan dengan cara yang dapat diterima secara sosial.

b. Pemahaman diri. Individu yang matang, belajar memahami seberapa banyak kontrol yang dibutuhkannya untuk memuaskan kebutuhannya dan sesuai dengan harapan masyarakat

c. Menggunakan kemampuan kritis mental. Individu yang matang berusaha menilai situasi secara kritis sebelum meresponnya, kemudian memutuskan bagaimana cara bereaksi terhadap situasi tersebut  Kematangan emosi (Wolman dalam Puspitasari, 2002) dapat didefinisikan sebagai kondisi yang ditandai oleh perkembangan emosi dan pemunculan perilaku yang tepat sesuai dengan usia dewasa dari pada bertingkahlaku seperti anak-anak. Semakin bertambah usia individu diharapkan dapat melihat segala sesuatunya secara obyektif, mampu membedakan perasaan dan kenyataan, serta bertindak atas dasar fakta dari pada perasaan.